Jumat, 11 Mei 2012

HIDROSFER


HIDROSFER
Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di bumi (padat, cair, dan gas).

A. Siklus Hidrologi

1. Siklus pendek (kecil): air laut menguap → berkon-densasi → awan → hujan di laut.
2. Siklus sedang: air laut menguap → berkondensasi → awan → hujan di darat.
3. Siklus panjang (besar): air laut menguap → sublimasi → kristal-kristal es → hujan salju.

B. Perairan Darat

1. Air tanah
Terdapat pada lapisan-lapisan tanah (di dalam pori-pori atau celah batuan). Dibedakan menjadi:
  • ·Air tanah dangkal (freatik): di atas lapisan kedap air (impermeabel) 
  • Air tanah dalam (artesis): di antara dua lapisan kedap air (impermeabel).
2. Air permukaan

a) Sungai:
Tempat mengalirnya air di darat menuju lautan. Berdasarkan sumber airnya: sungai hujan, sungai gletser, sungai campuran.
  • Berdasarkan arah alirannya: 
  • Sungai konsekuen: searah kemiringan lereng. 
  •  Sungai subsekuen: tegak lurus dengan sungai konsekuen. 
  • Sungai obsekuen: berlawanan arah dengan sungai konsekuen 
  • Sungai resekuen: searah dengan konsekuen. 
  •  Sungai insekuen: tidak beraturan.

Berdasarkan aliran sungainya:

  •  Pola radial: sentrifugal (meninggalkan pusat /di daerah gunung, perbukitan), sentripetal (mendatangi pusat/di daerah basin, lembah) 
  • Pola dendririk: di daratan/pantai. 
  • Pola trellis/sirip ikan: di pegunungan lipatan 
  • Pola anular: membentuk lingkaran, di daerah dome 
  • Pola pinnate: muara lancip 
  • Pola rectangular: aliran sungai 90o, di daerah patahan.

Berdasarkan keadaan airnya: sungai musim-an/periodik/ephimeral, sungai permanen.

b) Danau:
cekungan yang digenangi air
  • Danau tektonik: terbentuk oleh peristiwa tektonik. Contoh: Danau Singkarak, Danau Towuti (Sulawesi) 
  • Danau vulkanik: terbentuk oleh letusan gunung berapi. Contoh: Danau Merdada (Dieng), Danau Batur (Bali). 
  • Danau tektovulkanik: terbentuk oleh tenaga tektonik dan vulkanik. Contoh: Danau Toba.

C. Perairan Laut

Di permukaan bumi terdapat berbagai macam jenis laut, jenis laut dapat dibedakan berdasarkan proses terjadinya, letaknya dan kedalamannya.

1. Berdasarkan proses terjadinya:
  • Laut Ingresi, terjadi karena dasar laut mengalami penurunan. Kedalaman laut ingresi pada umumnya lebih dari 200 meter. Contoh laut ingresi adalah Laut Maluku dan Laut Sulawesi. 
  • Laut Transgresi, terjadi karena permukaan air laut bertambah tinggi. Laut transgresi umumnya terdiri dari laut dangkal yang kedalamannya kurang dari 200 meter. Contoh laut transgresi adalah Laut Jawa, Laut Cina Selatan dan Laut Arafura.
  • Laut Regresi, terjadi karena laut mengalami penyempitan akibat adanya proses sedimentasi lumpur yang dibawa oleh sungai.

B. Berdasarkan letaknya
 
  • Laut Tepi, yaitu laut yang terdapat di tepi benua. Contohnya Laut Jepang, Laut Cina Selatan dan Laut Arab. 
  • Laut Tengah, yaitu laut yang terletak di antara dua benua. Contohnya Laut Tengah, laut-laut yang ada di wilayah Indonesia.
  • Laut Pedalaman, yaitu laut terletak di tengah-tengah benua dan hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan. Contohnya Laut Hitam dan Laut Baltik

C. Berdasarkan kedalamannya,
  • Zona Litoral, yaitu wilayah antara garis pasang dan garis surut air laut. Wilayah ini kadang-kadang kering pada saat air laut surut dan tergenang pada saat air laut mengalami pasang. Zona litoral biasanya terdapat di daerah yang pantainya landai. 
  • Zona Neritik, adalah daerah dasar laut yang mempunyai kedalaman rata-rata kurang dari 200 meter. Contohnya wilayah perairan laut dangkal di Paparan Sunda dan Paparan Sahul di wilayah perairan Indonesia. Seperti Laut Jawa, Selat Sunda dan Laut Arafuru.
  • Zona Batial, adalah wilayah perairan laut yang memiliki kedalaman antara 200 meter – 1.800 meter.
  • Zona Abisal, adalah wilayah perairan laut yang memiliki kedalaman lebih dari 1.800 meter. Contohnya Palung Laut Banda (7.440meter) dan Palung Laut Mindanao (10.830 meter).

Wilayah Perairan Laut Indonesia
  • Landas Kontinen, yaitu bagian laut yang kedalamannya mencapai 200 meter. Pada wilayah ini suatu negara berhak untuk memanfaatkan sumberdaya alam yang terkandung di dalamnya. Penentuan landas kontinen didasarkan atas wilayah perairan Indonesia dan dikuatkan oleh perjanjian dengan negara-negara yang berbatasan dengan Indonesia, seperti Malaysia, Thailand, Australia, Singapura dan India. 
  • Laut Teritorial, yaitu wilayah laut suatu negara sejauh 12 mil dari garis dasar lurus. Garis dasar lurus adalah garis yang ditarik dari titik-titik terluar suatu pulau pada saat air laut surut. 
  • Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), yaitu wilayah laut suatu negara yang diukur sejauh 200 mil (± 320 Km) dari garis dasar wilayah laut.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar