Selasa, 29 Maret 2011

Mengenal Peradaban Indonesia dan Dunia

I.          Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia

A.  Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia Masa Pra-aksara

Sebelum masyarakat Indonesia mengenal tulisan, mereka telah memiliki sistem budaya dalam merekam setiap peristiwa yang pernah  terjadi sebelumnya (peristiwa-peristiwa sejarah). Sistem budaya tersebut dikenal dengan sistem oral (oral tradition). Konsep dan sistem budaya tersebut yang kemudian mengilhami munculnya istilah oral history atau sejarah lisan dalam perkembangan metode sejarah.
Oral tradition memiliki umur yang sama panjang  dengan keberadaan manusia  itu sendiri, terutama sejak mereka memiliki kemampuan melakukan komunikasi dengan sesamanya. Apabila dibandingkan antara  kemampuan membaca damenulis, maka kemampuan berkomunikasi (berbicara) telah lebih dahulu berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Tradisi lisan merupakan bagian  dari kebiasaan  hidup  sehari-hardengan menggunakan bahasa sebagai media atau alat untuk menyampaikan pesan, gagasan, dan pengalaman. Dengan demikian, bagi masyarakat yang belum mengenal tulisan, tradisi lisan merupakan media untuk mewariskan pengalaman-pengalaman masa lalu dan masa kini untuk generasi yang hidup saat itu dan generasi yang akan datang.
Kuntowijoyo menyebutkan bahwtradisi lisan merupakan sumber  sejarah yang merekam masa lampau  masyarakat. Akan tetapi, kesejarahan  tradisi lisan tersebut hanya  sebagian  dari isi tradisi  lisaitu  sendiri. Selain mengandung kejadian-kejadian  sejarah, tradisi  lisajuga mengandung nilai-nilai moral, keagamaan, adat istiadat, cerita khayalan, peribahasa, lagu, dan mantra. Dalam masyarakat  Indonesiyang belum  mengenal aksara, tradisi historiografi yang terjadi meliputi beberapa macam bentuk. Diantara bentuhistoriografi tersebut adalah foklor, mitologi, dan legenda.
1.   Foklor merupakan bagian dari sastra lisan yang berisi cerita, kisah, adat istiadat keagamaan, upacara ritual, dan pengetahuan pada rakyat di daerah tertentu. Menurut Clifford Geerzt, foklor merupakan bagian  kebudayaan yang  dibangun darunsur-unsur  sosial, yaitu abstraksi pengalaman sosial suatu masyarakat di daerah tertentu.
2.     Mitologi dan  legend merupakan cerita  tradisional  yang  isinya menyangkut dewa, penciptaan dunia, dan makhluk hidup. Dalam bahasa Yunani, mite berarti alur pemberian hubungan antara manusia, dewa, dan alam semesta, serta pengalamannya.

B.  Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia Masa Aksara

Tradisi masyarakat Indonesia masa aksara dimulai ketika mereka mengenal budaya tulis dalam kehidupan  sehari-hari, mulai dari bentuk-bentuk tulisan yang sangat  sederhana hinggyang lebih kompleks. Penemuan prasasti atau batbertulis merupakan tanda  mulainya masyarakat Indonesia  memasuki  period aksara dalam babakan  sejarah Indonesia. Contoprasasti yang menggambarkan sebuah tradisi baru dalam masyarakat Indonesia adalah ditemukannya prasasti di Kalimantan Timur, tepatnya di Kutai, pada abad ke-5 M penemuan batu bertulis tersebut selain menandai babak baru dalam historiografi juga mengisyaratkan munculnykebudayaan Hindu- Buddha dalam kehidupan  sosial keagamaan masyarakanusantara saat itu. Ketika masyarakat Indonesia  mengenal tulisan, tradisi sejarah  dimulai dari lingkungan  kerajaan. Hasil penulisan sejarah pada saat itu dikenal dengan historiografi tradisional. Beberapa contoh karya sejarah tradisional  adalah  Babad Tanah  Jawi, Sejarah Melayu,  Kronik Wajo, Naskah Wangsakerta, Naskah Parahyangan, Naskah Purwaka Caruban Nagari, dan sebagainya.

II.          Mengenal Peradaban Masyarakat Dunia

Para arkeolog telah  melakukan  penelitian  seputar  bumi  dan  kehidupan  yang terdapat di dalamnya. Mereka sampai  pada  suatu  kesimpulan  bahwa  bumi  yankita diami ini telah mengalami masa perjalanan yang sangat panjang, mulai dari zaman arkaekum (sekitar 2.500 juta tahun), Palaeozoikum (sekitar 340 juta tahun), Mesozoikum (sekitar 140 juta tahun), dan Neozoikum (sekitar 60 juta tahun). Hal tersebut dilihat dari benda-benda yang terdapat di bumi.
Seiring dengan sangat  panjangnya perjalanan  bumi, lahir pula beragam  peradaban dalam kehidupan  manusia  yanhidup  di dalamnya. Di antara  peradaban-peradaban yanpernah muncul adalah sebagai berikut:

A.     Pusat Peradaban Kuno di Asia

1.   Peradaban India Kuno
Peradaban India Kuno atau dikenal juga dengan peradaban Sungai Indus memiliki kemajuan budaya di zamannya. Letak peradaban tersebut di antara dua kota yang terkenal di masanya, yaitMohenjo-Daro  (Pakistan Selatan)  dan  Harappa  (Punjab). Lahirnya peradaban India Kuno merupakan peran kehadiran bangsa Arya yang memasuki wilayah tersebut. Kemudian, mereka menjadpenguasa dan memimpin  wilayah kekuasaannya dengan baik.  Selain peninggalaberup wujud  fisik dari  benteng yang  dibangun sepanjang 4,8 Km dengan batu bata, terdapat pula warisan budaya berupa  pengaturan sistem kasta. Sistem kasta tersebut terdiri atas kasta Brahmana, Ksatria, Waisya, Sudra, dan Paria. Sistem tersebut masih tampahingga  kini, terutama bagi kalangan umat Hindu. Kekuatan peradaban India kuno ditopang dengan kekuatan pemerintahan (kerajaan) yang kuat. Terdapat sejumlah raja yang terkenal kekuatannya di sekitar India dan Asia Selatan, di antara  raja yang terkenal  tersebut adalah  Raja Ashoka (269-232 SM). Menurupara sejarawan, peradaban India Kuno mencapai masa puncak pada masa pemerintahannya.

2.   Peradaban Cina Kuno
Peradaban Cina Kuno mulai lahir di sekitar Sungai Huang Ho (Sungai Kuning) di bagian Utara dan Sungai Yang Tse di bagian Selatan. Dua sungai tersebut mengilhami penduduk sekitarnya mengembangkan budaya agraris, terutama pada zaman neolithikum. Kejayaan peradaban Cina Kuno didukunoleh sejumlah dinasti yang pernah  berkuasa di wilayah tersebut. Di antara dinasti-dinasti yang pernah  berkuasa di wilayah Cina adalah sebagai berikut.
a.     Dinasti Shang (1500-1027 SM)     d Dinasti Han (206 SM-220 M)
b.    Dinasti Chou (1027-221 SM)           e Dinasti Tang (618-906 M)
c.     Dinasti Chin (221-206 SM)
Warisan peradaban Cina Kuno yang paling besar dan hingga kini masih  enggambarkan kekuatannya adalah The Great Wall (Tembok Cina). Tembok tersebut berdiri kokoh dengan panjang sekitar 6400 km. tembok tersebut dianggap sebagai salah satu bangunan raksasa yang dibuat  manusisebelum  abad  masehi. Selain peninggalan fisik, peradaban Cina Kuno mewariskan sejumlah ajaran yang masih dianut oleh sebagian  orang hingga kini. Ajaran-ajaran tersebut adalah Konfusianisme, Taoisme, dan Legalisme.

3.   Peradaban Mesopotamia
Peradaban Mesopotamia tumbuh dan berkembang di sekitar dua sungai di Asia Barat Daya, yaitu Sungai Euphrat dan Tigris. Kedua sungai tersebut berhuldi Pegunungan Armenia dan mengalir ke arah Tenggara menuju Teluk Persia. Karena kondisi lingkungan yang ada, masyarakat Mesopotamia  mengembangkan pola hidup agraris. Mereka mendiami daerah rawa-rawa yang kemudian dikeringkan untuk lahan pertanian. Selain itu, mereka pun mengembangkan sistem pengairan irigasi untuk lahan-lahan pertaniannya. Suku bangsa  yanterkenal  dalam  peradaban Mesopotamia  adalah  bangsa  Sumeria. Mereka telah berhasil membangun peradaban. Di antara warisan peradabannya adalah membangun kuil dengan dilengkapi menara yang bertingkat-tingkat dan disebut dengan Ziggurat. Di samping  itu, lahir Law Code of Hammuraby (Undang-Undang  Hammurabi) yang dicetuskan oleh Raja Hammurabi (1792-1750 SM).



B. Pusat Peradapan Kuno di Afrika

Peradaban besar lainnya tidak hanya hadir di Asia, tetapi hadir pula di Afrika. Berbagai ragam budaya muncul dari masyarakat yang mendiami wilayah tersebut, mulai dari sistem kepercayaan, pemerintahan, sosial daekonomi, stratifikasi sosial, ilmu pengetahuan dateknologi, serta pengobatan. Warisan peradaban Mesir Kuno adalah Pyramid dan Spinx. Kedua bangunan yang terletak  di NegarMesir tersebut merupakan bukti nyata  bahwa  pada  masa  lalu telah  hadir sebuah  peradaban yang tinggi, terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, di beberapa wilayah sekitar dua bangunan tersebut, ditemukan  pula jenis bangunan-bangunan lain lengkap dengan mummi.

Pada bagian dalam bangunan dinding-dinding bangunan pyramid terdapat tulisan dan ilustrasi kehidupan  sosial masyarakat pada zamannya, mulai dari rakyat hingga penguasa atau raja. Hal itu mengisyaratkan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai masyarakat Mesir Kuno saat itu.

C.  Pusat Peradaban Kuno di Eropa
Kemajuan yang diraih bangsa Eropa saat ini bukanlah hal baru, melainkan pada masa lalu pun hal tersebut telah terjadi. Bahkan, mungkin kemajuannya lebih unggul jika dibandingkan dengan kemajuan yang dicapai saat ini. Peradaban Kuno di Eropa terdiri atas dua peradaban besar, yaitu Peradaban Yunani dan Peradaban Romawi. Kedua peradaban tersebut lahir setelah melalui masa yang panjang.

1.   Peradaban Yunani
Peradaban Yunanbukanlah peradabapertam di  wilayah  ini.  Akan tetapi,  lebih dahulu  lahir peradaban lain, yaitu Peradaban Minoa (3000-1450 SM) dan  Peradaban Mysenaea. Selama ratusan abad, perang terjadi antara satu kerajaan dan kerajaan lainnya, termasuyang dialami Yunani. Diantara perang  pernah  terekam  dalam catatan  sejarah (Illiad dan Odyssey) adalah perang  antara Yunani dan Troya.  Warisan peradaban Yunani cukup beragam  di antaranya  dalam hal sistem kota (polis) dapemerintahan. Yunani berhasil membuat tata letak sebuah  kota dengan baik, misalnya Acropolis, Sparta, dan Athena sebagai bukti-bukti peninggalannya. Selain itu, terdapat pula warisan dari aspek kebudayaan yang dikenal dengan kebudayaan Hellenik.

2.   Peradaban Romawi
Peradaban Romawi muncumerupakan kelanjutan  dari peradaban Yunani yang telah lebih dahulu terbentuk. Walaupun demikian, pada Peradaban Romawi terdapat pula hal- hal baru yang menjadi identitas tersendiri munculnya Peradaban Romawi. Secara umum, peradaban Romawi dilatarbelakangi dengan kemunculan dua zaman, yaitu:     Zaman Republik, yaitu zaman ketika Roma tumbuh dari sebuah  negara  kota yang kecil menjadi sebuah negara republik yang luas. Zaman  Imperium,  yaitu  zaman   berkuasany monarki  konstitusional.  Sebelum memasuki kedua zaman tersebut, Italia (tempat  kota Roma berdiri) telah dimasuki berbagai bangsa dari utara, timur, dan selatan. Warisan Peradaban Romawi sangat  beragam, meliputi aspek sosial, pemerintahan, ekonomi, budaya, filsafat, dan seni.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar