Selasa, 05 April 2011

Revolusi Perancis, Amerika, Rusia dan Industri



 A. REVOLUSI PERANCIS

1.         Pra-revolusi Perancis

a.     (56SM) Julius Caesar menguasai Perancis (Galia).
b.    (509) Romawi hancur dan Perancis diduduki suku Frank. Clovis mendirikan kerajaan Frank. Nama Perancis atau France diambil dari suku Frank.
c.     (732) Charles Martel menahan pasukan muslim dalam perang di Poitier. Penaklukan tentara Muslim tertahan di Perancis.
d.    (800) Charlemagne menjadi raja Perancis yang berpengaruh. Hubungan dijalin dengan daulah Abbasiyah.
e.    (1095-1270) Raja-raja  Perancis  mengadakan perang Salib dengan orang-orang Islam.
f.      (1277-1477) Perancis bentrok dengan Inggris dalam perang seratus tahun. Perancis menang.
g.     (25 agustus 1571) Terjadi revolusi gereja di Perancis. Kaum Hugenot yaitu Protestan Perancis dibantai oleh penguasa Perancis yang beragama Katholik. Pembantaian ini dikenal dengan Massacre of St. Bartolomews Day.
h.    (1513) Niccolo Machiavelli menulis Il Principe (sang Pangeran). Dalam buku itu kekuasaan raja-raja Perancis adalah tak terbatas.
i.      (1642-1643) PM Kardinal Richelieu memben- tuk kekuasaan absolute di Perancis.
j.      (1662-1683) Menteri JB Colbert melaksanakan politik merkantilisme. Perdagangan dan eko- nomi diatur oleh pemerintah.
k.     (1643-1715) Raja Louis XIV berkuasa dan absolutisme mencapai puncak kejayaan. Ciri pemerintahannya adalah:
a)    memerintah  tanpa  undang-undang  dan kepastian hukum,
b)    memerintah tanpa dewan legislatif,
c)    memerintah tanpa anggaran yang pasti,
d)    memerintah  tanpa  dibatasi  oleh  kekuasaan apapun.
l.      Antara Inggris dan Perancis selalu bertempur untuk merebut daerah jajahan. Perang yang terkenal adalah  perang  tujuh  tahun  (1756-1763). Perancis kalah.
m.   (1775-1783) Revolusi Amerika/perang kemer- dekaan Amerika mendorong orang Perancis menjadi pasukan sukarelawan di bawah Jen- deral Lafayette membantu Amerika Serikat. Perancis terpengaruh paham liberalisme.

2.       Tokoh Penentang Absolutisme

a.        John Locke (1632-1704): menganjurkan adanya undang-undang di kerajaan. Manusia punya hak merdeka, hak hidup, hak memilih, dan hak memiliki.
b.       Mostesqieu (1689-1755):  Trias Politica (Legislatif, Eksekutif, Yudikatif) dalam bukunya L’Espirit des Lois.
c.        JJ Rousseau (1712-1778): penganjur demokrasi (semboyan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”). Penulis buku Du Contract Social.

3.     Revolusi Perancis

a.        (5  juli  1789)  Etats  Beneaux  (DPR  Perancis) dibuka terdiri dari 3 golongan:
a)       golongan I (bangsawan): 300 orang
b)       golongan II (agamawan): 300 orang
c)       golongan III (rakyat jelata): 300 orang
b.       (17 Juni 1789) Golongan III memproklamasikan Assemble Nationale (dewan nasional). Dewan Nasional ini adalah sidang seluruh rakyat tanpa golongan.
c.        (14 Juli 1789) Terjadi penyerbuan ke Penjara Bastille sebagai lambang absolutisme raja karena mendengar desa-desus bahwa raja mengumpulkan tentaranya di sekitar Paris untuk menindas revolusi.
d.       (1791) Pemerintahan revolusi dibentuk dan mengeluarkan kebijakan pembentukan Majelis Konstituante untuk menghapus hak- hak golongan atas dan menengah. Semboyan Perancis diabadikan dalam Liberte, Egalite, Fraternite.
e.       Perancis menjadi negara monarki konstitu- sional. Dewan perancang undang-undang dibentuk yang terdiri dari partai Feuillant (pendukung absolutisme raja) dan partai Ja- cobin yang beranggotakan kaum Girondin dan Montagne di bawah pimpinan Rober-spiere, Marat, dan Danton.
f.         (1793-1794) Pemerintahan terror. Pemerin- tahan ini dibentuk oleh Robespiere dan terjadi perebutan kekuasaan antara kelompok Giron- din dan Motagne. Robespiere dihukum pan- cung (guillotine).

4.       Penyebab Revolusi Perancis

a.        Kesenjangan antara golongan atas (pendeta), golongan menengah (raja dan bangsawan), dan golongan bawah (kaum borjuis dan jelata).
b.       Pemborosan keuangan Negara oleh istri Raja Louis XIV, Ratu Marie Antoinette.
c.        Rakyat wajib membayar pajak yang berat.
d.       Raja menjual Lettre de Cachet (surat penangkapan) kepada bangsawan.

5.     Perancis di Bawah Napoleon

a.        (1795-1799) Pemerintahan akhirnya dibentuk secara direktur atau yang dikenal dengan Pemerintahan Directoire.
b.       (179201797) Napoleon, seorang militer Perancis, memenangkan Perang Koalisi I melawan Austria, Rusia, Inggris, Spanyol, Belanda, dan Sardinia. Semua Negara dikuasai Perancis kecuali Inggris.
c.        (1798) Napoleon menyerbu Mesir untuk batu loncatan mengalahkan Inggris di India. Sejarah Mesir terkuak dengan ditemukannya batu Rosetta yang berbahasa Yunani. Champoleon berhasil menerjemahkan bahasa Mesir dari bahasa Yunani.
d.       (1799-1804) Perancis diperintah tiga konsul, yaitu Napoleon, Cambaceres, dan Lebrun.
e.       (1799-1802) Perang Koalisi II Perancis melawan Austria, Rusia, Inggris, dan Turki. Dimenangkan oleh Napoleon. Saudara  Napoleon,  Jerome  menjadi  raja  diSpanyol dan Louis menjadi raja di Belanda.
f.         (1802) Napoleon terpilih menjadi kaisar re- publik Perancis.
g.        (1805) Perang koalisi III, Perancis melawan Austria, Rusia, Inggris, dan Swedia. Dimenang- kan oleh Perancis.
h.       (1806-1807) Perang Koalisi IVPerancis melawan Rusia dan Inggris dimenangkan Perancis. Napoleon berusaha menghancurkan Inggris dengan cara me-nerapkan blockade perdagangan Inggris ke daratan eropa atau Continental Stelsel.
i.         (1809) Perang Koalisi V dimenangkan Perancis.
j.         (1812)   Napoleon   ingin   menginvasi   Rusia dengan menyerbu Moskow. Namun kota Moskow sudah dibumihanguskan oleh orang Rusia sendiri. Tentara Napoleon hancur.
k.        (1813-1814) Melihat kegagalan Napoleon menyerbu Rusia, negara-negara Eropa bersatu menyerbu Napoleon dalam perang koalisi VI. Napoleon kalah, diturunkan dari tahta, dan dibuang ke pulau Elba. Belanda merdeka. Adik Louis XVI, Louis XVIII diangkat menjadi raja. Kelemahannya dalam  memimpin membuat rakyat Perancis menginginkan kembali Napoleon.
l.         (1815)   Napoleon   menjadi   kaisar   kembali setelah kembali dari pulau Elba
m.      (1815) Eropa ketakutan dengan kembalinya Napoleon. Perang koalisi VII berlangsung, dan Napoleon kalah telak di Waterloo, Belgia.
n.       (1815) Kekalahan Napoleon mengakibatkan ia turun tahta dan dibuang ke pulau St. Helena di Samudera Atlantik.
o.       (5 mei 1521) Napoleon meninggal di Pulau St Helena.


B. Revolusi Amerika
 
1.   Sebelum Revolusi Amerika

-(12  Oktober  1492)  Colombus  menemukan benua  Amerika.  Dia  mendarat di kepulauan Karibia dan        mendirikan                   perkampungan Hispaniola di Haiti.
-(1499) Amerigo Vespucci seorang navigator mengunjungi Amerika dan menyadarkan kepada Eropa bahwa benua yang baru ditemukan bukan Asia. Kemudian dari namanya jadilah benua Amerika.
- Orang-orang Eropa banyak yang bermigrasi ke benua baru.
-Orang-orang puritan dan Protestan dari Inggris beramai-ramai ke Amerika karena terjadi tekanan dari pihak gereja Anglikan. Kaum ini dinamakan The Pilgrimfathers.
- (1607) Orang-orang Inggris pertama tinggal di Jamestown, Virginia.
- (1600-1750)    Sudah    terbentuk    13    koloni sepanjang pantai barat Amerika.
- (1644) Inggris mengusir orang-orang Belanda tersebut dan      mengganti       nama Nieuw Amsterdam menjadi New York.
- Para kolonialis diperbolehkan membuat hu- kum, mengadakan perjanjian, dan menunjuk seorang gubernur tetapi harus membayar pa- jak ke pemerintah Inggris.

2.   Koloni Bangsa Eropa di Amerika

- (1541)   Orang   Perancis   bernama   Jacques Cartier mendirikan perkampungan di Quebec (sekarang negara bagian Kanada).
- Orang-orang   Inggris mendirikan daerah- daerah koloni di Virginia, Maryland, dan New England.
- Orang-orang  Belanda  mendirikan  koloni  di Timur New England dengan nama Nieuw Amsterdam.
- Orang-orang  Spanyol  mendirikan  koloni  di
Amerika bagian barat.
-(1756-1763) Perang Tujuh Tahun di benua Amerika      antarPerancis           dan      Inggris memperebutkan daerah jajahan di Amerika dan di India. Inggris memperoleh jajahan di Amerika dan India. Juga mendapat Florida dari Spanyol.

3.     Revolusi Amerika

- (1765)      Inggris  memberlakukan berbagai macam pajak dan bea materai di Amerika seperti Stamp Act dan Townsend Act. Selain itu teh juga dikenai pajak.
- Pihak koloni menuntut perwakilan di parlemen Inggris dengan semboyan No Taxation without Representative. Namun tuntutan ini tidak digubris.
- (1774)  Tigkapal  teh  Inggris  berlabuh  di Boston. Tetapi orang Amerika diharuskan membayar teh ini sehingga mengakibatkan kemarahan orang Amerika. Teh dari kapal ditumpahkan ke laut oleh orang Amerika yang menyamar menjadi orang Indian. Peristiwa ini dinamakan Boston Tea Party.
- (23 Agustus 1775)   Raja     George  III mengeluarkan maklumat bahwa koloni sedang melancarkan pemberontakan.
-(Januari 1776) Thomas Paine menerbitkan pamflet berjudul Common Sense yang berisi pentingnya kemerdekaan.
- (10 Mei 1776) Komite persiapan kemerdekaan dibuat. Komite ini dipimpin oleh Thomas Jefferson.
- (1775-1778)   Boston   Tea   Party   menyulut perang kemerdekaan Amerika dan akhirnya Inggris kalah.
- (4 juli 1776) Kaum koloni memprolamasikan kemerdekaan Amerika serikat dari Inggris. Teks proklamasi disusun oleh Thomas Jefferson. Presiden pertama adalah George Washington, panglima perang kemerdekaan.

  
C. Revolusi Rusia

1  Sebelum Terjadinya Revolusi
Pada masa pemerintahan Tsar Nicholas II (1894–1917), pemerintahan sangat reaksioner dan bersifat otokratis. Akan tetapi, dalam bidang ekonomi sangat progresif, terutama dalam bidang industri, seperti industri tekstil, pertambangan, batubara, dan besi. Dengan industri yang maju inilah maka muncullah kaum buruh. Pada tahun 1905 terjadi pemberontakan kaum buruh yang bertujuan untuk menuntut perbaikan nasib dan persamaan hak. Hal ini selaras dengan semboyan mereka, yakni sama rasa sama rasa. Di samping itu, rakyat juga menuntut adanya pemerintahan yang liberal. Pada saat itu, Rusia mengalami kekalahan dalam perang melawan Jepang. Di tengah-tengah situasi yang sedang kacau itu, Tsar Nicholas II masih mampu mengatasi keadaan dengan mengambil tindakan sebagai berikut:
a. menjamin kebebasan berserikat dan berkumpul, serta kebebasan perorangan diperluas;
b. membentuk Duma (DPR).
Namun dalam Duma itu sendiri terjadi pertentangan antara kaum Sosialis dan kaum Liberalis. Kaum Sosialis menghendaki susunan masyarakat yang sosialis,sedangkan kaum Liberal menghendaki adanya monarkhi konstitusional. Nicolas II bersikap keras, dan memihak kepada kaum Sosialis sehingga Duma dibubarkan. Hal inilah yang kemudian mendorong timbulnya revolusi.

2. Sebab-Sebab Timbulnya Revolusi
Sebab-sebab timbul revolusi Rusia 1917 meliputi bidang bidang politik dan sosial ekonomi.

a. Bidang Politik
1) Adanya pemerintahan Tsar Nicholas yang reaksioner. Di negara-negara lain telah mengakui adanya hak-hak politik warga negaranya. Tsar masih saja tidak memberikan hak-hak politik bagi warga negaranya.
2) Duma (DPR) tidak menampakkan dasar-dasar demokratis.

b. Bidang Sosial Ekonomi
1) Penghargaan tuan-tuan tanah terhadap buruh tani sangat rendah. Tanah pertanian sebagian besar dimiliki oleh tuan tanah. Kaum tani adalah adalah buruh-buruh di tanah pertanian sehingga mereka menuntut tanah sebagai miliknya.
2) Adanya perbedaan kehidupan antara Tsar dan para bangsawan dengan rakyat yang sangat mencolok.
3) Tsar bersama para bangsawan Rusia hidup dalam kemewahan, sedangkan rakyat terutama kaum buruh dan petani hidup miskin dan menderita.
4) Kaum pengusaha dan intelektual tidak puas dengan situasi pemerintahan Tsar Nicholas II.

c. Timbulnya Aliran-Aliran yang Menentang Tsar Nicholas II
1) Kaum Liberal (disebut kaum Kadet) menghendaki monarki konstitusional.
2) Kaum Sosialis menghendaki susunan masyarakat yang sosialis. Selain itu, kaum Sosialis juga menuntut pemerintahan yang modern dan demokratis.

3. Jalannya Revolusi

a. Revolusi Februari 1917

Revolusi ini dimulai dari Petrograd (sekarang Leningrad) dengan demonstrasi yang menuntut bahan makanan, kemudian diikuti dengan pemogokan di perusahaan-perusahaan. Revolusi yang digerakan oleh kaum Kadet, Menshewiki, dan Bolshewiki ini kemudian berhasil menggulingkan Tsar Nicholas II. Tampuk pemerintahan dikendalikan oleh kaum Kadet dengan bentuk pemerintahan sementara. Akan tetapi, kaum Kadet tidak segera mengadakan perubahan-perubahan seperti yang dituntut oleh rakyat. Kaum Menshewiki di bawah pimpinan Karensky kemudian menggulingkan kaum Kadet dan memegang tampuk pemerintahan. Program kaum Menshewiki pertama-tama ialah menjunjung kembali kehormatan Rusia di mata dunia internasional (karena kekalahan-kekalahan Rusia dalam peperangan), setelah itu baru mengadakan perubahan pemerintahan dalam negeri. Serangan besar-besaran terhadap Jerman (dalam Perang Dunia I) segera dilangsungkan, namun gagal. Hal inilah mengakibatkan hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Menshewiki. Kesempatan ini digunakan dengan sebaik-baiknya oleh kaum Bolshewiki untuk menyusun kekuatan guna merebut pemerintahan.

b. Revolusi Oktober 1917

Ketika pemerintahan Menshewiki kehilangan kepercayaan di mata rakyat, kaum Bolshewiki segera mendekati rakyat dan menjanjikan adanya kedamaian dan pembagian tanah. Dengan cara ini kaum Bolshewiki mendapatkan simpati dan dukungan dari rakyat. Kaum Bolshewiki yang semula telah mempersiapkan diri dengan mengadakan wajib militer kepada para pekerja (yang kemudian menjadi Pengawal Merah) di bawah pimpinan Trotsky, siap untuk merebut kekuasaan.
Revolusi di mulai di Petrograd lagi di bawah pimpinan Lenin yang menyerukan untuk mendirikan Republik Soviet. Angkatan Darat dan Angkatan Laut di Petrograd memihak Lenin. Pada tanggal 25 Oktober 1917 pemerintah Menshewiki di bawah pimpinan Kerensky berhasil digulingkan. Kaum Bolshewiki akhirnya berhasil memegang tampuk pemerintahan
baru di Rusia.

4. Akibat Revolusi
Revolusi Oktober 1917 membawa akibat yang luas bagi Rusia khususnya dan dunia pada umumnya, baik di bidang pemerintahan, ekonomi, maupun ideologi.

a. Bidang Pemerintahan
1) Dihapusnya pemerintahan Tsar Nicholas II yang reaksioner.
2) Rusia menjadi negara Serikat yang berbentuk Republik dengan nama USSR dengan Moskow sebagai ibukotanya.

b. Bidang Ekonomi
1) Pertanian dan perindustrian dinasionalisasi. Tanah pertanian sebagiandiselenggarakan oleh pemerintah dan sebagian dijadikan pertanian kolektif.
2) Kantor-kantor, pabrik-pabrik, bank-bank, dan jalan-jalan kereta api dinasionalisasi.

c. Bidang Ideologi
Kemenangan kaum Bolshewiki menyebabkan paham komunis menyebar ke seluruh dunia.

5. Rusia Di bawah Pemerintahan Lenin (1917–1924)
Setelah kaum Menshewiki berhasil digulingkan, Lenin sebagai pemimpin
kaum Bolshewiki, memegang pucuk pemerintahan di Rusia. Tindakan-tindakan
Lenin, lebih lanjut adalah sebagai berikut.
a. Dalam Bidang Pemerintahan
1) Merubah negerinya menjadi diktator militer.
2) Membentuk Undang-Undang Dasar (UUD) baru. Berdasarkan UUD baru ini bentuk negara Rusia adalah negara serikat dengan nama Republik Sosialis Uni Soviet atau Union of Soviet Sosialis Republics (USSR) yang terdiri atas Belarusia, Ukraina, Armenia, Azerbaijan, dan Rusia (terbentuk pada tanggal 30 Desember 1922).
b. Dalam Bidang Ekonomi
1) Menasionalisasi tanah-tanah bangsawan, industri-industri besar bankbank dan jalan kereta api.
2) Menciptakan New Economical Policy (NEP) di mana hasil bumi dapat dijual dengan bebas.
c. Dalam Bidang Ideologi
Rusia membentuk Comintern (perkumpulan komunis internasional), untuk menyebarkan paham komunis ke seluruh dunia.

D. Revolusi Industri

a. Kehidupan Sosial Ekonomi Eropa Pada Masa Pra Revolusi Industri

Karena perdagangan di Laut Tengah dikuasai oleh pedagang-pedagang Islam, maka kesempatan bagi para pedagang Non-Islam untuk melakukan aktivitasnya menjadi terhambat.
Namun akibat meletusnya Perang Salib (1096-1291) kontak antara Eropa dengan dunia Timur (Timur Tengah dan Asia lainnya) mulai hidup kembali. Keadaan ini bertambah ramai dengan munculnya kota-kota dagang, seperti Genoa, Florence, Venesia, dan lain-lain yang menjadi pusat-pusat perdagangan di daerah Eropa bagian selatan.
Sekitar tahun 1200, home industry semakin cepat berkembang dan bahkan mereka membentuk kelompok-kelompok dalam bentuk gilda (suatu persekutuan dari pengusaha sejenis yang mendapat monopoli dan perlindungan dari pemerintah tentang kebebasan di dalam berusaha).
Pada sekitar tahun 1350 di Eropa mulai berkembang perserikatan kota-kota dagang yang disebut dengan hansa.
Sejak abad ke-14, Inggris di bawah perlindungan Raja Edward III mulai membangun industri-industri laken (sejenis kain wol).

b. Revolusi Industri di Inggris

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Inggris sangat maju karena didukung oleh faktor keamanan dan politik Inggris. Faktor penentu lain adalah penemuan yang dilakukan oleh Abraham Darby (seorang insinyur berkebangsaan Inggris) yang berhasil menggunakan batu bara (coke) untuk melelehkan besi dan mendapatkan nilai besi yang lebih sempurna. Juga penemuan mesin uap oleh James Watt (insinyur berkebangsaan Skotlandia) pada tahun 1763.

c. Para Penemu dan Hasil Temuannya

Penemuan besar yang merupakan awal peradaban modern menonjol pada mesin tenun dan kain. Isaac Merrit Singer dari Amerika Serikat berhasil memperbaiki sebuah mesin jahit rusak dan membuat model yang lebih baik. Ia kemudian mendirikan sebuah industri yang bernama I.M Singer and Company. Dalam tahun 1860, perusahaan ini merupakan mesin jahit terbesar di dunia.
Penemuan besar lainnya adalah penemuan mesin cetak. Blaise Pascal (seorang filsuf dan ahli matematika berkebangsaan Perancis) menemukan mesin hitung pada tahun 1642. James Watt adalah Bapak Revolusi Industri. Modernisasi kehidupan mendapat arah baru ketika pada tahun 1796 ia memperkenalkan mesin uapnya yang menggunakan kondensor. George Stephenson membuat lokomotif yang pertama kali dikendarai pada jalur yang menghubungkan Liverpool ke Manchester pada tahun 1830. Lokomotif ciptaannya diberi nama Rocket. Ia adalah pelopor dan organisator perusahaan kereta api penumpang. Nicholas Joseph Cugnot (Perancis) dan Gottlieb Daimler (Jerman) berhasil memperkenalkan mobil yang digerakan dengan tenaga uap. Kemudian Henry Ford dari Amerika Serikat membangun pabrik mobil di Detroit pada tahun 1876. Perusahaan itu diberi nama Ford Motor Company. Penemuan-penemuan di atas didukung pula oleh penemuan para pakar di bidang kimia. Di antaranya adalah Charles Goodyear dari Amerika Serikat yang menemukan cara memvulkanisir karet campuran dengan belerang, agar karet menjadi keras.

d. Akibat Revolusi Industri

Revolusi Industri membawa akibat yang sangat luas dalam berbagai bidang kehidupan manusia, seperti:
a)   Munculnya industri secara besar-besaran.
b)   Timbulnya golongan borjuis dan golongan buruh. Pertentangan antara kedua golongan tersebut menimbulkan sosialisme dan kemudian komunisme.
c)   Terjadinya urbanisasi, di mana penduduk daerah pertanian berduyun-duyun pindah ke kota-kota industri untuk bekerja sebagai buruh perusahaan sehingga lahan pertanian menjadi kosong, sedangkan daerah industri sangat padat pendudukannya.
d)  Timbulnya kapitalisme modern. Kapitalisme adalah susunan ekonomi yang berpusat pada keberuntungan perseorangan, di mana uang memegang peranan yang sangat penting.

Kapitalisme Modern (Modern Capitalism)
Di dalam kapitalisme modern ini, si kapitalis merupakan produsen (pembuat barang-barang), pedagang dan pembagi barang-barang (distributor). Sebagai produsen ia membutuhkan bahan mentah untuk kebutuhan industri, serta sebagai pedagang atau pembagi barang-barang hasil produksi industri ia membutuhkan pasar. Untuk menjamin kebutuhan-kebutuhan itu ia mempengaruhi politik negaranya supaya mendapat tanah-tanah jajahan yang dapat digunakan sebagai sumber pengambilan bahan mentah dan pasar barang industri. Oleh karena itu, akhirnya apa yang disebut dengan kapitalisme modern terjadi.
Imperialisme Kuno (Ancient Imperialism)
Dalam pelaksanaan imperialisme kuno, negara penjajah mencari tanah jajahan karena terdorong oleh gold (kekayaan berupa logam mulia, emas dan perak), gospel (penyebaran agama yang dianutnya) dan glory (mendapatkan kejayaan negeri induknya). Mereka menduduki suatu wilayah sebagai daerah jajahan untuk menyebarkan agama, mencari kekayaan dan sekaligus menambah kejayaan negeri induk. Sehingga gold, gospel dan glory merupakan inti dari imperialisme kuno.
Imperialisme Modern (Modern Imperialism)
Negara penjajah mencari tanah jajahan karena terdorong oleh kepentingan ekonomi dan juga untuk memenuhi kebutuhan industri yaitu sebagai tempat pengambilan bahan mentah dan pasaran bagi barng-barang hasil industrinya, sehingga ekonomi merupakan inti dari imperialisme modern.

e. Revolusi Sosial di Inggris

Kenyataan tentang kaum buruh dan rakyat gembel yang tercantum dalam laporan terbukti melebihi apa yang digambarkan oleh penulis itu, sehingga pemerintah terpaksa bertindak tegas walaupun ditentang oleh kaum majikan atas dasar laissez faire.
Keadaan rakyat gembel di Inggris sangat menyedihkan. Mereka berjejal-jejal di tempat-tempat yang kotor atau berkeliaran mengganggu keamanan. Kejahatan semakin merajalela dan memuncak menjadi Carnaval of Crime (pembantaian dan pembunuhan yang dilakukan oleh kalangan buruh atau pengangguran, sebagai akibat kesulitan mendapat biaya hidup).
Kekalahan Napoleon tahun 1815, berarti pula dihapusnya Continental Stelsel. Dengan adanya Combination Laws tahun 1824, maka hampir di seluruh kota-kota industri di Inggris timbul serikat sekerja (Trade Union) yang bertindak sangat agresif, namun kurang paham terhadap pentingnya berorganisasi, sehingga akhirnya merugikan diri sendiri. Gerakan Chartisme (1848) juga mengalami kegagalan, karena lebih mementingkan agitasi daripada organisasi. Akhirnya Trade Unionism maju dengan pesat dan berkembang menjadi suatu kekuasaan yang dapat mengimbangi kekuasaan kapitalis.


f. Industrialisasi dan Imperialisme

Dalam memenuhi kebutuhan industrinya, setiap negara imperialisme selalu ingin mendapatkan daerah-daerah jajahan yang diinginkan untuk:
a. tempat pemasaran hasil industrinya
b. tempat pengambilan bahan mentah atau bahan baku
c. tempat penanaman modal lebih.
Perkembangan politik imperialisme Inggris mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Ratu Victoria (1837-1901) yang didampingi oleh menteri-menteri utama seperti William Ewart Gladstone, Palmerstone, Benjamin Disraeli, Joseph Chamberlaine, Cecil John Rhodes. Atas jasa dari Disraeli, Inggris pada tahun 1875 berhasil menguasai Terusan Suez dan tahun 1876 Ratu Victoria dinobatkan menjadi Maharani India (The Empires of India).
Perjanjian Konstantinopel tahun 1887 diantaranya :
a)   Terusan Suez harus tetap terbuka untuk semua jenis kapal dagang negara manapun baik dalam keadaan perang maupun damai
b)   Dilarang mengadakan blokade atau serangan kepada Terusan Suez





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar