Kamis, 26 Juni 2014

Jumat, 23 Mei 2014

What Is Sociology?

Sociology is the study of what individuals and groups do, in relation to each other. Because of that in-relation-to-each-other part, sociologists call the conduct they study interpersonal or social behavior. The other, referred to in the phrase “in relation to each other,” could be one other person in direct physical contact with you. Or, other could refer to everyone else in the world, whom you are considering in the abstract.

Sociologists say that all the social ‘relating’ or interaction you have engaged in thus far in your life will affect how you decide to act in the here-and-now. For example, imagine you are in a room by yourself; deciding what to do with some alone-time you have right now. A sociologist would say, you at least think about how other people would react if they were to see you engage in the behavior you are contemplating. Because you have at least considered how others would react to what you are about to do, even how you act in solitude is, in a sense, social.

Sociologists also study how and why people behave socially as they do; how and why their behavior changes (or doesn’t) over time, and how changes—innovations—in social behavior spread from the few who “invented” the changes, to much larger social groups.

Sociologists may study social behavior and group processes within a single society. Or, they may study these phenomena in two or more societies, then compare the groups.

The size and scope of a sociologist’s research project, as well as the methods (s)he uses to do the research, will vary according to the theoretical perspective (s)he adheres to, the types of behavior or processes (s)he is interested in studying and, of course, realities like funding and staff resources.

Depending on the range of persons or groups studied, the length of time they are studied, and which tools a sociologist uses to measure, record and analyze the data (s)he collects, a sociologist is said to ‘do’ either macro sociology or micro sociology.

Macro sociologists are like photographers who shoot their photos using a wide-angle lens. They would rather fit a lot of people into each frame than get detailed images of just a few of them. By contrast, micro sociologists are like photographers who use a zoom lens. They focus on only a few people at a time so they can capture a lot of detail about each person. 

REFERENCES
Berger, Peter L., Invitation to Sociology, Garden City, NY: Doubleday Anchor Books, 1963 
Merton, Robert K., Social Theory and Social Structure; New York: Free Press, 1968.
Parsons, Talcott, Sociological Theory and Modern Society; New York: Free Press, 1967.

Rabu, 24 Juli 2013

Concept of Geography

What are the subject of geography?

The term of geography firstly appeared in 176-194 BC by Erastosthenes. This term come from the word “geo” which means earth and “graphein” which means description. So geography means the “description of earth.”

Definition of Geography According to Some Expert

1. Bintarto : Geography is the science to describe, analyze, natural landscape, population and characteristics of life. 
2. Peter Hagget: Geography concern in ecology and spatial system (relates to man and enveroment). 
3. Strabo: Geography studies spacial characteristics in certain place and its relation with tha other place as a whole
4. IGI (Ikatan Geografi Indonesia): Geography is the science that studies similarities and differences of geosphare phenomena with environmental perspective and regional point of view in spatial context.

Geography has 10 Basic Concepts
1.  Object location will influence the value of the object
2.  Distance can influence the value of an object and time to access it
3.  Accessibility is influence by suitable facility
4. Distribution pattern of settlement is influenced by 
    nature codition
5. Morphology (landform) has strong influence on its 
    benefits of human life
6. Agglomeration of population tendn to follow their 
    activity and social status
7. The value of utility and benefits of a region is different 
    to each other
8. Interaction is mutual relationship between man and 
    environment which produces new phenomena
9. Areal differentiation is related to the differences of geographical phenomena between         one region and another  earth surface
10. Spatial interrelationship happens because of the differences interregion, therefore 
     interdependency axists.

Development of Geography Perspective
Divide in to five areas:
1.     Classic Goegraphy Perspective.
Claudius Ptolomeus, was an expert in thie perspective. In his book named Geographike Unphegenesis he explained that geography is a presentation of the earth’s surface on the map  
2.     Modern Geography Perspective (18th century)
According to Immanuel Kant, geography is the studies which focus on material object or phenomena and its spatial distribution.
3.     Geography Perspective in last 19th century
Friedrich Ratzel (1844-19040), a political geographer told that landscape as a result of climatic process which influences human life.
4.     Geography Perspective in the 20th century
Vidal de la Blache (1854-1918), his famaus point of view is always integrated to physical factor as well.
5.     The Newest Geography Perspective
E.A Wrigley (1965). All analysis methods can be used in geography study.

Orthodox and Integrated Geography
Divided in to according to its topic
1.     Physical geography studies human activity
2.     Human geography studies human activities
3.     Regional geography studies the region and culture
4.  Technique geography studied the technique sector in geography
5.     Philosophy geography studies the concept, cause, origin and low concerning to geography sector.




Senin, 30 Juli 2012

PERKEMBANGAN, ILMU PENUNJANG DAN MANFAAT GEOGRAFI

Perkembangan Geografi

Istilah geografi untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Erastothenes pada abad ke 1. Menurut Erastothenes geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bumi. Berdasarkan pendapat tersebut, maka para ahli geografi (geograf) sependapat bahwa Erastothenes dianggap sebagai peletak dasar pengetahuan geografi.

Pada awal abad ke-2, muncul tokoh baru yaitu Claudius Ptolomaeus mengatakan bahwa geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi. Jadi Claudius Ptolomaeus mementingkan peta untuk memberikan informasi tentang permukaan bumi secara umum. Kumpulan dari peta Claudius Ptolomaeus dibukukan, diberi nama ‘Atlas Ptolomaeus’.

Menjelang akhir abad ke-18, perkembangan geografi semakin pesat. Pada masa ini berkembang aliran fisis determinis dengan tokohnya yaitu seorang geograf terkenal dari USA yaitu Ellsworth Hunthington. Di Perancis faham posibilis terkenal dengan tokoh geografnya yaitu Paul Vidal de la Blache, sumbangannya yang terkenal adalah “Gen re de vie”. Perbedaan kedua faham tersebut, kalau fisis determinis memandang manusia sebagai figur yang pasif sehingga hidupnya dipengaruhi oleh alam sekitarnya. Sedangkan posibilisme memandang manusia sebagai makhluk yang aktif, yang dapat membudidayakan alam untuk menunjang hidupnya.

Ilmu geografi mengalami perkembangan dalam sudut pandangnya, secara umum dapat dibedakan menjadi dua yaitu :

1.  Geografi Ortodok
Bidang kajiannya adalah suatu wilayah (region) dan analisis terhadap sifat sistematiknya, meliputi :

1).  Geografi Fisik
Mempelajari tentang gejala fisik dari permukaan bumi yang meliputi tanah, air dan udara dengan segala prosesnya. Ilmu penunjang geografi fisik antara lain geologi, geomorfologi, pedologi, meteorologi, klimatologi dan oseanograsi.

3).  Geografi Manusia
Mempelajari tentang kependudukan, aktivitas ekonomi, politik, sosial dan budaya. Ilmu penunjang geografi manusia antara lain geografi ekonomi, geografi penduduk, geografi perdesaan dan geografi perkotaan.

4).   Geografi Regional
Mempelajari perwilayahan, misalnya daerah tropik, arid, kutub. Kajian ini menitikberatkan pada kultur suatu wilayah misalnya Afrika Utara, Eropa Barat, Asia Utara.

     5).  Geografi Teknik
Kajian ini merupakan kajian geograi yang lebih bersifat teknis dan babyak memanfaatkan teknologi dan metode-metode penelitian. lmu penunjang pada kajian ini misalnya Sistem Informasi Geografis, Kartografi, Penginderaan Jauh

2.  Geografi Terintegrasi
Merupakan kajian geografi dengan pendekatan terpadu, yaitu integrasi elemen-elemen geografi sistematik yang terdiri dari geografi fisik dan geografi manusia dengan geografi regional. Dalam mengkaji suatu fenomena/gejala alam menggunakan pendekatan analisis keruangan, ekologi dan wilayah

Ilmu Penunjang Geografi

1.      Geomorfologi 
Ilmu yang mengkaji bentuk-bentuk permukaan bumi dan penafsirannya tentang proses terbentuknya.

2.      Meteorologi 
Ilmu yang mengkaji tentang cuaca yang meliputi ciri-ciri fisik dan kimianya, tekanan, suhu udara, angin dan per-awanan

3.      Klimatologi
Ilmu yang mempelajari tentang iklim, yang meliputi sebab terjadinya, pengaruhnya terhadap bentuk fisik dan kehidupan di suatu wilayah.

4.      Hidrologi 
Ilmu yang mempelajari tentang fenomena air di bumi yang meliputi sirkulasi, distribusi, bentuk, serta sifat fisik dan kimianya

5.      Oseanografi 
Ilmu yang mempelajari fenomena lautan yang meliputi sifat air laut, gerakan air laut dan pasang surut air laut

6.      Kartografi 
Ilmu yang mempelajari tentang peta meliputi tentang pembuatan, jenis dan pemanfaatannya

7.      Demografi
Ilmu yang mempelajari tentang kependudukan meliputi jumlah, pertumbuhan, komposisi dan migrasi penduduk

8.      Pedologi 
Ilmu yang mempelajari tentang tanah, meliputi proses pembentukan, jenis-jenis dan persebarannya

9.   Pengideraan Jauh 
Ilmu yang mempelajari gejala/fenomena geografi pada suatu alat dengan menggunakan bantuan media penginderaan jauh tanpa melakukan kontak secara langsung terhadap lokasi yang diamati

10. SIG (Sistem Informasi Geografi)
Ilmu yang mempelajari tentang tata cara membuat peta secara komputasi dengan tahap-tahap input data, proses dan manajemen data, dan output data.

Manfaat Geografi

Ilmu geografi dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan hubungan antar gejala permukaan bumi, misalnya :

1.  Bidang Pertanian
Pertanian merupakan sistem keruangan yang terdiri dari aspek fisik dan manusia. Aspek fisik antara lain : lahan, iklim, air dan udara. Aspek manusia meliputi tenaga kerja, tradisi, teknologi dan ekonomi masyarakat. Analisis hubungan antara aspek fisik dengan manusia pada bidang pertanian bermanfaat untuk menyusun sistem diversifikasi tanaman pada lahan pertanian, yang penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan lahan agar produktivitas tetap tinggi

2.   Bidang Industri
Merupakan tinjauan terhadap aspek industri pada hubungan antara aspek fisik dan manusia. Aspek fisik yang bepengaruh terhadap kegiatan industri misalnya lahan, bahan baku dan sumber daya energi. Sedangkan aspek manusia yang penting untuk kegiatan industri adalah tenaga kerja, tradisi, teknologi, konsumen dan pasar. Hasil analisis hubungan digunakan untuk menyusun rencana pembangunan dan pengembangan industri. Sebagai contoh untuk memeratakan persebaran penduduk maka sebaiknya pemerintah pengarahkan penemapatan lokasi industri di daerah yang masih jarang penduduknya.



KONSEP, PENDEKATAN , PRINSIP DAN ASPEK GEOGRAFI


Konsep Geografi

1.  Lokasi
adalah konsep utama yang akan digunakan untuk mengetahui fenomena geosfer. Konsep lokasi dibagi atas :
1). Lokasi Absolut : lokasi menurut letak lintang dan bujur bersifat  tetap.
   2). Lokasi Relatif: lokasi yang tergantung pengaruh daerah sekitarnya dan sifatnya   berubah.

2.  Jarak
yaitu panjang antara dua tempat. Terdiri antara atas :
1). Jarak Mutlak: satuan panjang yang diukur dengan kilometer.
2). Jarak Relatif: jarak tempuh yang menggunakan satuan waktu

3.  Keterjangkauan
 menyangkut ketercapaian untuk menjangkau suatu tempat, sarana apa yang digunakan, atau alat komunikasi apa yang digunakan dan sebagainya.

4.  Pola
berupa gambar atau fenomena geosfer seperti pola aliran sungai, pola pemukiman, lipatan patahan dan lain-lain.

5.  Morfologi
menunjukkan bentuk muka bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen yang membentuk dataran rendah, dataran tinggi dan pegunungan.

6.  Aglomerasi
pengelompokan fenomena di suatu kawasan dengan latar belakang adanya unsur-unsur yang lebih memberi dampak positif.

7.  Nilai Kegunaan
Manfaat yang diberikan oleh suatu wilayah di muka bumi pada makhluk hidup, tidak akan sama pada semua orang.

8.  Interaksi
Interdependensi, keterkaitan ruang antara satu dengan yang lain, misalnya interaksi antara desa dengan kota.

9.  Diferensiasi Area
Daerah-daerah yan terdapat di muka bumi berbeda satu sama lain. Dapat dicermati dari corak yang dimiliki oleh suatu wilayah dengan wilayah yang lainnya.

10. Keterkaitan keruangan
Hubungan antara penyebaran suatu unsur dengan unsur yang lain pada suatu tempat.


Pendekatan Geografi
Dalam mempelajari ilmu geografi, terdapat tiga pendekatan yang digunakan untuk mengkaji yaitu :

1.  Pendekatan Keruangan (spasial)
Pendekatan ini digunakan untuk mengetahui persebaran dalam penggunaan ruang yang telah ada dan bagaimana penyediaan ruang akan dirancang.

2.  Pendekatan Kelingkungan (ekologis)
Digunakan untuk mengetahui keterkaitan dan hubungan antara unsur-unsur yang berada di lingkungan tertentu, yaitu :
1). Hubungan antar makhluk hidup
2). Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan alamnya

3.  Pendekatan Kewilayahan
Merupakan gabungan pendekatan keruangan dan kelingkungan. Misalnya dalam mengkaji wilayah yang memiliki karakaterisitik wilayah yang khas yang dapat dibedakan satu sama lain areal differentation, maka harus diperhatikan bagaimana persebarannya space analysis dan bagaimana interaksi antara manusia dengan lingkungan alamnya ecological analysis. Pendekatan wilayah sangat penting untuk pendugaan wilayah reginal forecasting dan perencanaan wilayah regional planning.


Prinsip Geografi

1.   Prinsip Distribusi (Penyebaran)
Merupakan prinsip dasar dalam mengkaji setiap gejala dan fakta geografi, baik gejala alam maupun manusia. Prinsip ini memandang bahwa setiap gejala dan fakta di permukaan bumi tersebar secara tidak merata antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Suatu gejala geografi bisa terlhat terkumpul dalam jumlah yang padat dan banyak, tetapi di satu tempat lain terlihat sangat jarang dan sedikit. Misalnya : persebaran pola permukiman penduduk

2. Prinsip Interelasi (Hubungan)
Digunakan untuk melihat pola hubungan antara satu gejala dengan gejala lainnya, meliputi hubungan antara :
1).  Faktor fisik dengan faktor fisik lainnya
Misal : hubungan antara mata air panas dengan energi panas bumi di sekitar gunung berapi
2).  Faktor fisik dengan faktor manusia
Misal : hubungan antara manusia dengan cara bertani di lahan miring dengan membuat terasering
3).  Faktor manusia dengan faktor manusia lainnya.
Misal : mengkaji tentang kehidupan di desa dengan jenis mata pencaharian Dengan memperhatikan pola hubungan antar gejala dan fakta geografi pada suatu wilayah, akan dapat diketahui karakteristik gejala-gejala tersebut secara kualitatif. Dengan bantuan ilmu statistik, hubungan antar fenomena dapat di analisa/diukur secara kuantitatif

3.   Prinsip Deskripsi (Gambaran)
Merupakan prinsip yang menggambarkan lebih jauh terhadap persebaran dan hubungan interelasi antara fakta dan gejala di permukaan bumi. Untuk menyajikan gejala secara komprehensif dapat dimulai dengan mengajukan pertanyaan 5W1H, sedangkan bentuk penyajiannya dapat berupa kata-kata, tulisan, tabel, grafik dan peta.

4.   Prinsip Keruangan (Korologi)
Merupakan prinsip yang meninjau gejala, fakta dan masalah geografi dari penyebaran, interelasi dan interaksinya dalam ruang. Ruang dalam sudut pandang geografi adalah permukaan bumi secara keseluruhan yang membentuk suatu fungsi.

Objek Geografi

1.   Obyek Material Geografi
1)   Litosfer (Lapisan Batuan)
2)   Pedosfer (Lapisan Tanah)
3)   Atmosfer (Lapisan Udara)
4)   Hidrosfer (Lapisan Air)
5)   Biosfer (Lapisan Mahkluk Hidup)
6)   Antroposfer (Manusia)

2. Obyek Formal Geografi
Adalah sudut pandang melihat fenomena-fenomena yang terjadi di permukaan bumi dari sudut pandang keruangan. Ada tiga hal pokok untuk mempelajari obyek formal geografi, yaitu :
1). Pola persebaran fenomena di permukaan bumi
2). Interaksi dan integrasi antar fenomena
3). Perkembangan yang terjadi pada fenomena tersebut


Jumat, 11 Mei 2012

HIDROSFER


HIDROSFER
Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di bumi (padat, cair, dan gas).

A. Siklus Hidrologi

1. Siklus pendek (kecil): air laut menguap → berkon-densasi → awan → hujan di laut.
2. Siklus sedang: air laut menguap → berkondensasi → awan → hujan di darat.
3. Siklus panjang (besar): air laut menguap → sublimasi → kristal-kristal es → hujan salju.

B. Perairan Darat

1. Air tanah
Terdapat pada lapisan-lapisan tanah (di dalam pori-pori atau celah batuan). Dibedakan menjadi:
  • ·Air tanah dangkal (freatik): di atas lapisan kedap air (impermeabel) 
  • Air tanah dalam (artesis): di antara dua lapisan kedap air (impermeabel).
2. Air permukaan

a) Sungai:
Tempat mengalirnya air di darat menuju lautan. Berdasarkan sumber airnya: sungai hujan, sungai gletser, sungai campuran.
  • Berdasarkan arah alirannya: 
  • Sungai konsekuen: searah kemiringan lereng. 
  •  Sungai subsekuen: tegak lurus dengan sungai konsekuen. 
  • Sungai obsekuen: berlawanan arah dengan sungai konsekuen 
  • Sungai resekuen: searah dengan konsekuen. 
  •  Sungai insekuen: tidak beraturan.

Berdasarkan aliran sungainya:

  •  Pola radial: sentrifugal (meninggalkan pusat /di daerah gunung, perbukitan), sentripetal (mendatangi pusat/di daerah basin, lembah) 
  • Pola dendririk: di daratan/pantai. 
  • Pola trellis/sirip ikan: di pegunungan lipatan 
  • Pola anular: membentuk lingkaran, di daerah dome 
  • Pola pinnate: muara lancip 
  • Pola rectangular: aliran sungai 90o, di daerah patahan.

Berdasarkan keadaan airnya: sungai musim-an/periodik/ephimeral, sungai permanen.

b) Danau:
cekungan yang digenangi air
  • Danau tektonik: terbentuk oleh peristiwa tektonik. Contoh: Danau Singkarak, Danau Towuti (Sulawesi) 
  • Danau vulkanik: terbentuk oleh letusan gunung berapi. Contoh: Danau Merdada (Dieng), Danau Batur (Bali). 
  • Danau tektovulkanik: terbentuk oleh tenaga tektonik dan vulkanik. Contoh: Danau Toba.

C. Perairan Laut

Di permukaan bumi terdapat berbagai macam jenis laut, jenis laut dapat dibedakan berdasarkan proses terjadinya, letaknya dan kedalamannya.

1. Berdasarkan proses terjadinya:
  • Laut Ingresi, terjadi karena dasar laut mengalami penurunan. Kedalaman laut ingresi pada umumnya lebih dari 200 meter. Contoh laut ingresi adalah Laut Maluku dan Laut Sulawesi. 
  • Laut Transgresi, terjadi karena permukaan air laut bertambah tinggi. Laut transgresi umumnya terdiri dari laut dangkal yang kedalamannya kurang dari 200 meter. Contoh laut transgresi adalah Laut Jawa, Laut Cina Selatan dan Laut Arafura.
  • Laut Regresi, terjadi karena laut mengalami penyempitan akibat adanya proses sedimentasi lumpur yang dibawa oleh sungai.

B. Berdasarkan letaknya
 
  • Laut Tepi, yaitu laut yang terdapat di tepi benua. Contohnya Laut Jepang, Laut Cina Selatan dan Laut Arab. 
  • Laut Tengah, yaitu laut yang terletak di antara dua benua. Contohnya Laut Tengah, laut-laut yang ada di wilayah Indonesia.
  • Laut Pedalaman, yaitu laut terletak di tengah-tengah benua dan hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan. Contohnya Laut Hitam dan Laut Baltik

C. Berdasarkan kedalamannya,
  • Zona Litoral, yaitu wilayah antara garis pasang dan garis surut air laut. Wilayah ini kadang-kadang kering pada saat air laut surut dan tergenang pada saat air laut mengalami pasang. Zona litoral biasanya terdapat di daerah yang pantainya landai. 
  • Zona Neritik, adalah daerah dasar laut yang mempunyai kedalaman rata-rata kurang dari 200 meter. Contohnya wilayah perairan laut dangkal di Paparan Sunda dan Paparan Sahul di wilayah perairan Indonesia. Seperti Laut Jawa, Selat Sunda dan Laut Arafuru.
  • Zona Batial, adalah wilayah perairan laut yang memiliki kedalaman antara 200 meter – 1.800 meter.
  • Zona Abisal, adalah wilayah perairan laut yang memiliki kedalaman lebih dari 1.800 meter. Contohnya Palung Laut Banda (7.440meter) dan Palung Laut Mindanao (10.830 meter).

Wilayah Perairan Laut Indonesia
  • Landas Kontinen, yaitu bagian laut yang kedalamannya mencapai 200 meter. Pada wilayah ini suatu negara berhak untuk memanfaatkan sumberdaya alam yang terkandung di dalamnya. Penentuan landas kontinen didasarkan atas wilayah perairan Indonesia dan dikuatkan oleh perjanjian dengan negara-negara yang berbatasan dengan Indonesia, seperti Malaysia, Thailand, Australia, Singapura dan India. 
  • Laut Teritorial, yaitu wilayah laut suatu negara sejauh 12 mil dari garis dasar lurus. Garis dasar lurus adalah garis yang ditarik dari titik-titik terluar suatu pulau pada saat air laut surut. 
  • Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), yaitu wilayah laut suatu negara yang diukur sejauh 200 mil (± 320 Km) dari garis dasar wilayah laut.


Rabu, 10 Agustus 2011

PENGANTAR GEOGRAFI



Pengertian geografi

Kata Geografi berasal dari bahasa Yunani Geo : bumi Graphein : tulisan. Perhatian tentang ilmu geografi bukan hanya berhubungan dengan fisik alamiah bumi dan bagian-bagian alam semesta yang berpengaruh terhadap bumi saja, tetapi meliputi semua fenomena yang ada di permukaan bumi baik fenomena fisik maupun fenomena sosial. Pada dasarnya inti dari kajian ilmu Geografi adalah hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan, berikut ini beberapa definisi tentang hakikat, konsep dan batasan geografi :

1.  Strabo (1970)
Geografi erat kaitannya dengan faktor lokasi, karakterisitik tertentu dan hubungan antar wilayah secara keseluruhan. Pendapat ini kemuadian di sebut Konsep Natural Atrribut of Place.

2. Preston E. James (1959)
Geografi dapat dianggap sebagai induk ilmu pengetahuan karena banyak bidang ilmu pengetahuan yang selalu dimulai dari keadaan permukaan bumi, kemudian beralih pada studinya masing-masing.

3. Frank Debenham (1950)
Geografi adalah ilmu yang bertugas mengadakan penafsiran terhadap persebaran fakta, menemukan hubungan antara kehidupan manusia dengan lingkungan fisik, menjelaskan kekuatan interaksi antara manusia dan alam.

4. James Fairgrive (1966)
Geografi memiliki nilai edukatif yang dapat mendidik manusia untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap kemajuan-kemajuan dunia. Ia juga berpendapat bahwa peta sangat penting untuk menjawab pertanyaan “di mana” dari berbagai aspek dan gejala geografi.

5. Prof. Bintarto (1981)
Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.

6. Ikatan Geografi Indonesia (IGI) 1988
Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.
           
Hakikat dan Ruang Lingkup Geografi

Pada hakikatnya studi geografi adalah pengkajian keruangan tentang fenomena dan masalah kehidupan manusia yang disusun dari hasil obeservasi dengan melakukan analisis fenomena manusia, fenomena alam serta persebaran dan interaksinya dalam ruang. Untuk menunjukkan dan menjelaskan fenomena di permukaan bumi diawali dengan mengajukan 6 (enam) pertanyaan pokok, yaitu what, where, when, why, who(m) dan how (5W1H). Pertanyaan pokok tersebut untuk menjelaskan:
1. APA fenomena yang terjadi
2. DIMANA fenomena itu terjadi
3. KAPAN fenomena tersebut terjadi
4. MENGAPA fenomena itu terjadi
5. SIAPA saja yang mengalami
6. BAGAIMANA usaha-usaha mengatasinya

Rhoads Murphey (1966) dalam bukunya The Scope of Geography menjelaskan bahwa pokok-pokok ruang lingkup ilmu geografi adalah :
1. Persebaran dan keterkaitan antara penduduk di permukaan bumi dan aspek-aspek keruangan, serta usaha manusai untuk memanfaatkannya.
2. Interelasi antara manusia dengan lingkungan fisik sebagai bagian dari studi perbedaan wilayah.
3.  Kerangka wilayah dan analisis wilayah secara khusus.