Kamis, 19 Mei 2011

SUMBER DAYA ALAM

Pengertian.
SDA adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita.

Penggolongan.
1. SDA berdasarkan jenis :
a)     SDA hayati / biotik SDA  yang berasal dari makhluk hidup.  CT tumbuhan, hewan, mikro organisme, dan lain-lain
b)    SDA non hayati / abiotik SDA yang berasal dari benda mati. CT bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain
2. SDA brdasarkan sifat pembaharuan :
a)     SDA yang dapat diperbaharui SDA yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan. CT air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain
b)      SDA yang tidak dapat diperbaharui SDA yang tidak dapat di daur ulang atau sementara & dapat punah. CT minyak bumi, batubara, timah, gas alam.
c)      SDA yang tidak terbatas jumlahnya CT sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain.

3. SDA berdasarkan penggunaannya
a)      SDA penghasil bahan baku SDA yang dpt digunakan u/ mghasilkn barang lain sehingga nilai gunanya jadi lebih tinggi. CT hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain
b)      SDA penghasil energy SDA yang dapat menghasilkan energi demi kepentingan umat manusia CT ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya

Persebarannya.
1.      Minyak bumi
Daerah penghasil tambang minyak bumi
a)    Sumatera, terdapat di Aceh (Lhoksumawe dan Peureula); SumUt (Tanjung Pura); Riau (Sungaipakning, Dumai); SumSel (Plaju, Sungai Gerong, Muara Enim)
b)   Jawa, terdapat di Wonokromo, Delta (JaTim); Cepu, Cilacap (JaTeng); Majalengka, Jatibarang (JaBar).
c)    Kalimantan, terdapat di Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau Bunyu dan Sungai Mahakam (KalTim) serta Amuntai, Tanjung, dan Rantau (KalSel)
d)   Maluku (Pulau Seram dan Tenggara)
e)    Irian Jaya (Klamono, Sorong, Babo).

2.      Bauksit (bijih alumunium)
Riau (P. Bintan) dan KalBar (Singkawang).
3.      Aspal = SulTeng (Pulau Buton).
4.      Belerang = JaBar (Gunung Patuha), Jawa Timur (Gunung Welirang).
5.      Marmer = Jawa Timur (Tulungagung), Lampung, Makassar, Timor.
6.      Nikel = Sulawesi Tenggara (Soroako).
7.      Tembaga = Irian Jaya (Tembagapura).
8.      Timah = P. Bangka (Sungai Liat), P. Belitung (Manggara), dan P. Singkep (Dabo).

Kerusakan.

1.      Pertanian = Pengundulan hutan merupakan salah satu contoh kerusakan yang diakibatkan oleh kegiatan pertanian ladang berpindah.
2.      Perikanan = Cara penangkapan ikan yang salah, seperti menggunakan pukat harimau juga menyebabkan kian berkurangnya jenis-jenis ikan tertentu di daerah perairan. Apalagi bila menggunakan bahan peledak, tidak saja ikan besar yang mati, tetapi larva dan ikan-ikan kecil lainnya juga ikut mati.
3.      Teknologi dan industry = Penggunaan traktor dalam membajak sawah sebagai alat bantu, traktor memang mempermudah dan mempercepat dalam membajak sawah. Namun, kadang ada hal lain yang terbawa seperti, sisa bahan bakar, buangan oli, dan sebagainya.
4.      Pncemaran = udara, suara, air, tanah.
5.      Gejala alam = gempa bumi, gunung meletus, angin topan, musim kemarau, dll.
6.      Ulah manusia = banjir, buang sampah sembarangan

Pengelolaan.

1.      Adanya hukum yang ketat tentang perlindungan SDA di Indonesia, bahkan dunia.
2.      Adanya sanksi yang tepat, berat, dan benar bagi para pelanggar hukum
3.      Kesadaran dari setiap manusia untuk menjaga lingkungannya (tidak membuang sampah sembarangan, dsb)
4.      Adanya reboisasi wajib setiap minggunya
5.      Adnya lembaga khusus yang menjaga SDA
6.      Diadakannya pengarahan yang benar dan tepat tentang cara menangkap ikan namun tidak merusak SDA yang ada.
7.      Menjaga udara, suara, air, tanah, agar tidak terjadi pencemaran.
8.      Menggunakan teknologi dan industry dengan baik dan benar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar