Selasa, 10 Mei 2011

STRUKTUR SOSIAL


    Pengertian Struktur Sosial

Struktuberasal  dari katstructure yang  artinya  jalinan unsur-unsur  yang  pokok. Struktur sosial bisa diartikan sebagai  jalinan unsur-unsur  sosial yang pokok. Menurut  Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, struktusosial adalah  keseluruhan  jalinan antara  unsur-unsur  sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma  sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok- kelompok, serta lapisan-lapisan sosial.
Struktur sosial dapat  dilihat secarhorizontal  dan  vertikal. Struktur sosial secarhorizontal sering diartikan sebagai diferensiasi sosial, sedangkan struktur sosial secara vertikal sering diartikan stratifikasi sosial.

    Diferensiasi Sosial

Diferensiasi berasal dari kata differentiation. Dalam Kamus Sosiologi, kata ini diartikan sebagai klasifikasi terhadap perbedaan-perbedaan yang biasanya sama. Diferensiasi sosial bisa diartikan sebagai pembedaan anggota masyarakat  ke dalam kelompoatau  golongan secara horizontal atatidak bertingkat. Perwujudan  penggolongan ini berupa  perbedaan penduduk yang tidak menunjukkan tingkatan, seperti  perbedaan ras, perbedaan agama, perbedaan jenikelamin, perbedaan profesi, perbedaan klan, dan perbedaan suku bangsa.
Diferensiasai social dalam masyarakat ditimbulkan oleh adanya ciri-ciri tertentu yang ada dalam masyarakat, di antaranya.
1.  Ciri fisik, berkaitan  dengan apa yang dinamakan  ras, yaitu penggolongan manusia  atas dasar persamaan cirri-ciri fisik yang tampak dari luar, seperti warna dan bentuk mata, warna dan bentuk rambut, dan warna kulit.
2.    Ciri sosial, berkaitan dengan fungsi para warga masyarakat dalam kehidupan sosial.
3.      Ciri Budaya,  berkaitan  dengan perbedaan antara  satu  masyarakat  (suku bangsa)  dan masyarakat (suku bangsa) lain.

    Bentuk-Bentuk Diferensiasi Sosial

1.   Diferensiasi Sosial Berdasarkan Ras
Penggolongan atapengelompokan manusia  yang didasarkan  pada  persamaan ciri-ciri badaniah yang dominan  disebut  ras. Ciri-ciri badaniah  tersebut antarlain warna kulit, warna dan bentuk rambut, bentuk-bentuk hidung, dan warna mata.
Salah satu  klasifikasi rayang  tampak  secara  jelas garis  besar  penggolongan ras-ras terpenting di dunia serta hubungan satu sama lainnya adalah menurut A.L. Kroeber.
a.   Australoid, meliputi penduduk asli Australia
b. Mongoloid, meliputi Asiatic Mongoloid (Asia Utara, Asia tengah, Asia Timur), Malayan Mongoloid (Asia Tenggara, Kepulauan Indonesia, Malaysia, Filipina dan penduduk asli Taiwan), American Mongoloid (Penduduk  asli Benua Amerika Utara dan Selatan dari orang Eskimo di Amerika Utara sampai penduduk Terra del Fuego di Amerika Selatan).
c.   Caucasoid, meliputi Nordic (Eropa Utara sekitar Laut Baltik), Alpine (Eropa Tengah dan Timur), Mediterranean (Penduduk sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab, Iran), Indic (Pakistan, India, Bangladesh, Sri Lanka).
dNegroid, meliputi African Negroid (Benua Afrika), Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Melayu, Filipina), Melanesian (Irian, Melanesia)
e.  Ras-Ras Khusus, meliputi Bushman (di daerah Gurun Kalahari di Afrika Selatan), Veddoid (di pedalaman Sri Lanka dan Sulawesi Selatan), Polynesian (di Kepulauan Mikronesia dan Polinesia), Ainu ( di Pulau Karafuto dan Hokkaido di Jepang).
2.   Diferensiasi Sosial Berdasarkan Agama
Agama menurut Emile Durkheim adalah suatu sistem terpadu mengenai kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci dan menyatukan semua  pengikutnya ke dalam suatu komunitas moral yang disebuumat. Secara sosiologis kedudukan  setiap agama adalah sama. Oleh karena itu, agama dikatagorikan sebagai diferensiasi sosial karena setiap agama menempati posisi yang sejajar.
3.   Diferensiasi Sosial Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis kelamin adalah  perbedaan biologis antara  perempuan dan  laki-laki yang  karena perbedaan tersebut memunculkan peran  biologis  laki-laki dan  perempuan. Misalnya, perempuan melahirkan,  laki-laki membuahi.  Pada  prinsipnya  laki-laki dan  perempuan sejajar.
4.   Diferensiasi Sosial Berdasarkan Suku Bangsa atau Etnis
Suatu kesatuan sosial atau kolektif yang terikat oleh kesadaran akan kesatuan budaya, yang kerapkali dikuatkan oleh adanya kesatuan bahasa disebut suku bangsa atau etnis. Misalnya, suku Batak, Minang, Sunda, Jawa, Dayak, dan Asmat. Semua suku bangsa atau etnis tersebut berkedudukan sama.
5.   Diferensiasi Sosial Berdasarkan Pekerjaan atau Profesi
Profesi merupakan suatu pekerjaan yang memerlukan  keahlian atau keterampilan. Profesi dalam masyarakat banyak macamnya, seperti dokter, tentara, petani, guru, dan pedagang. Setiap profesi pada dasarnya sama.
6.   Diferensiasi Sosial Berdasarkan Klan
Klaadalah  satuan  sosial  yang  para  anggotanymempunya kesamaan  darah  atau keturunan, terutama pada  masyarakat  yang menganut satgaris keturunan (unilineal), baik yang melalui garis ayah (patrilineal) atau garis ibu (matrilineal). Klan sering disebut juga kerabat atau keluarga luas. Di masyarakat Batak klan disebut marga.

    Stratifikasi Sosial

Istilah stratifikasi berasal  dari kata stratum (bentuk  tunggal)  yanbentuk  jamaknystrata, artinya pelapisan. Jadi, stratifikasi sosial mempunyai  arti yang sama dengan pelapisan sosial, yaitu pembedaan penduduk atau  anggota masyarakat  ke dalam  kelas secarbertingkat  (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya kelas tinggi dan kelas-kelas yang lebih rendah di dalam masyarakat. Beberapa pengertian stratifikasi menurut para ahli antara lain:
1.   Robert M.Z. Lawang, stratifikasi sosial adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalasuatu sistem sosial tertentu ke dalalapisan-lapisan  hierarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese, dan prestise
2.   Soerjono  Soekanto  dengan mengutip  pendapat Pitirim A. Sorokin menyatakan bahwa stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.

Pelapisan sosial akan selalu ada dalam masyarakat selama dalam masyarakat terdapat sesuatu yang dihargai. Sesuatu yang dihargai tersebut bisa berupa uang atau benda-benda lain yang bernilai ekonomis, politis, agamis, sosial, maupun kultural.

    Macam-Macam Kriteria Stratifikasi Sosial

Sistem stratifikasi sosial ada tiga macam, yaitu sebagai berikut.
1.    Sistem stratifikasi tertutup (closed social stratification)
Sistem ini tidak memungkinkan seseorang berpindah dari lapisan yang sedang didudukinya ke lapisan lainnya. Sistem ini sering disebut juga sistem kasta. Ciri-ciri dari sistem ini, antara lain:
a.     Keanggotanya diperoleh karena warisan atau keturunan  
b.    Keanggotaannya berlaku seumur hidup
c.     Perkawinan bersifat endogamy
d.    Hubungan dengan lapisan sosial lain terbatas.
2.    Sistem stratifikasi terbuka (opened social stratification)
Sistem ini memungkinkan seseorang untuk masuk dan keluar dari suatu lapisan sosial. Dalam sistem ini kemungkinan mobilitas sosialnya sangat  tinggi, walaupun  melalui perjuangan berat. Misalnya, orang miskin karena keuletannya dapat berubah menjadi orang kaya.
3.    Sistem stratifikasi campuran
Sistem ini memungkinkan seseorang berpindah lapisan di satu sisi, tetapi di sisi lain sulit berpindah.
Kriteria  atau  ukuran  yang  biasanya  dipakai  untuk  menggolong-golongkan  anggota- anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan pada stratifikasi masyarakat adalah:
1.     Kriteria  kekayaan,  dalam  hal  ini  siapa  yang  memiliki kekayaan  paling  banyak  atau berpenghasilan tinggi termasuk dalam lapisan atas.
2.     Kriteria kekuasaan.  Barangsiapa yang memiliki kekuasaan atau yang memiliki wewenang atau jabatan tertinggi, ia menempati lapisan teratas.
3.     Kriteria kehormatan.  Orang yang disegani dan dihormati menempati tempat teratas dan ukuran seperti ini banyak dijumpai pada masyarakat-masyarakat tradisional.
4.     Kriteria ilmu pengetahuan.  Seseorang  yang berpendidikan tinggi merupakan golongan yang lebih tinggi daripada yang berpendidikan rendah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar