Selasa, 22 Maret 2011

Sosiologi sebagai Ilmu tentang Masyarakat

Auguste Comte
A. Hakekat Sosiologi

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajarmasyarakat. Secara etimologis, sosiologi berasal dari kata socius dan logos. Kata socius berasal dari bahasLatin yang artinya kawan, sedangkan kata logos berasal dari bahasa Yunani yang artinya kata atau berbicara. Jadi, sosiologi artinya berbicara tentang kawan atau  dalam  arti lebih luas, sosiologi adalah  ilmu yanmempelajari  hubungan antarmanusia yang selanjutnya disebut masyarakat



Berikut pengertian sosiologi menurut beberapa tokoh

1Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi
 Sosiologi merupakan ilmu yang  mempelajari  struktur  sosial, proses-proses sosial, dan perubahan-prubahan sosial.
2.   Soerjono Soekanto
 Sosiologi merupakan ilmu yang memusatkan perhatian  pada  segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum daripadanya.
3 Peter L.Berger
  Sosiologi adalah studi ilmiah mengenai hubungan antara masyarakat dan individu.
4 Max Weber
 Sosiologi adalah  ilmu yang  berhubungan dengan pemahaman interpretatif  mengenai tindakan sosial, dan dengan demikian juga berhubungan dengan suatu penjelasan  kausal mengenai arah dan konsekuensi tindakan sosial itu.


B.        Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan

Menurut Soerjono Soekanto, ilmu pengetahuan adalah pengetahuan (knowledge) yang tersusun sistematis dengan menggunakan kekuatan  pemikiran, pengetahuan yang selalu dapat  diperiksa dan ditelaah dengan kritis oleh orang lain yang ingin mengetahuinya. Perumusan  tersebut sebenarnya jauh dari sempurna, tetapi yang terpenting telah mencakup beberapa unsur pokok (elements) yang tergabung dalam suatu kebulatan, yaitu:
1.   Pengetahuan (knowledge),
2.   Tersusun secara sistematis,
3.   Menggunakan pemikiran, dan
4.   Dapat ditelaah secara kritis oleh orang lain atau objektif.

Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan karena sosiologi sudah memenuhi unsur-unsur  ilmu pengetahuan (pengetahuan, sistematis, menggunakan pemikiran, dan objektif ) dan memenuhi sifat-sifat ilmu pengetahuan, yaitu sebagai berikut.
1.     Sosiologi bersifat empiris, artinya sosiologi didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.
2.     Sosiologi bersifat teoretis, artinya sosiologi selalu berusaha  menyusun  abstraksi dari hasil- hasil observasi. Abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur  yang tersusun secara  logis serta  bertujuan menjelaskan  hubungan-hubungan sebab  akibasehingga menjadi teori.
3.     Sosiologi bersifat kumulatif, artinya teori-teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas, serta memperhalus teori-teori yang ada.
4.    Sosiologi bersifat non-etik, artinya yang dipersoalkan sosiologi bukan baik buruknya fakta tertentu, tetapi tujuannya menjelaskannya secara analitis dari suatu fakta.


C.        Sejarah Perkembangan Sosiologi

Sosiologi, awalnya menjadi  bagian  dari filsafat sosial yang membahas tentang masyarakat. Namun, masih berkisar pada hal-hal yang menarik perhatian umum saja, seperti perang, ketegangan atau konflik sosial, dan kekuasaan pada kelas penguasa. Menurut Peter L. Berger, sosiologi berkembang menjadi ilmu yang berdiri sendiri karena adanya ancaman terhadap tatanan sosial yang selama itu dianggap sudah seharusnya demikian nyata dan benar. Perubahan yang saat itu dianggap sebagai ancaman tersebut antara lain:
1. Terjadinya dua revolusi, yaitu Revolusi Industri dan Revolusi Prancis.
2. Tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad ke-15.
3. Perubahan di bidang sosial dan politik
4. Meningkatnya individualisme
5. Lahirnya ilmu pengetahuan modern
6. Berkembangnya rasa percaya diri.

Menurut Auguste Comte, perubahan tersebut selain berdampak positif seperti berkembangnya demokrasi  dalam  masyarakat, tetapi  jugberdampak negatif  seperti  konflik antarkelas  dalam masyarakat. Selanjutnya, Auguste Comte menyarankan agar semua penelitian tentang masyarakat ditingkatkan menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri. Comte memberi istilah bagi ilmu yang akan lahir itu dengan istilah Sosiologi. Oleh karena itu, Auguste Comte disebut sebagai Bapak Sosiologi, meskipun Comte belum berhasil mengembangkan hukum-hukum sosial tersebut menjadi ilmu.
Sosiologi baru berkembang menjadi  ilmu setelah  Emile Durkheim mengembangkan metodologi sosiologi melalui bukunyRules of Sociological Method. Kemudian, Herbert Spencer mempopulerkan istilah sosiologi melalui buku Principles of Sociolgy. Setelah buku ini terbit, sosiologi berkembang dengan pesat ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia.


D.     Kedudukan Sosiologi di Antara Ilmu-Ilmu Lain

Berikut beberapa kedudukan atau hubungan sosiologi dengan ilmu lainnya.
1.   Sosiologi dengan Ilmu Politik
Ilmu Politik pada  dasarnya  mempelajari  upayuntuk  mendapatkan, mempertahankan, dan melaksanakan  kekuasaan. Dalam sosiologi, soal upaya untuk mendapatkan, mempertahankan, dan melaksanakan kekuasaan digambarkan sebagai salah satu bentuk dari persaingan, kontravensi, dan konflik.
2.   Sosiologi dengan Ilmu Ekonomi
Ekonomi mempelajari usaha-usaha manusia dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan materiilnya, sedangkan sosiologi mempelajari unsur-unsur  dalam masyarakat secara keseluruhan.
3.   Sosiologi dengan Ilmu Sejarah
Sejarah menaruh perhatian pada peristiwa masa silam dan sifat unik dari peristiwa tersebut. Sosiologi memperhatikan peristiwa yang merupakan proses kemasyarakatan  yang timbul akibat hubungan antar manusia dalam situasi berbeda.
4.   Sosiologi dengan Antropologi
Perbedaan sosiologi dengan antropologi sangat tipis. Menurut Kontjaraningrat, perbedaan sosiologi dengan antropologi terletak pada metode ilmiahnya.
5.   Sosiologi dengan Ilmu-Ilmu Pasti
Sosiologi  juga  berhubungadengan  ilmu-ilmu  pasti.  Misalnya,  dengan matematika sosiologi membutuhkan ilmu statistiknya.

E.      Kegunaan Sosiologi dalam Masyarakat
Peran sosiologi sangat  dibutuhkan terutama yang berkaitan  dengan penelitian, pengolahan data, dan perencanaan kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Bentuk peran sosiolog dalam masyarakat:
1.    Sosiolog sebagai ahli riset, yaitu sebagai peneliti sosial
2.  Sosiolog sebagai  konsultan  kebijakan,  yaitu sosiolog  bisa memberikan  pertimbangapertimbangan sosial untuk suatu kebijakan publik.
3.  Sosiolog sebagai teknisi, yaitu dengan cara memberikan saran atau usul terhadap berbagai permasalahan sosial.
4.   Sosiolog sebagai guru atau pendidik, yaitu sosiolog pendidik bisa memberikan  penyajian fakta yang tidak memihak pada pihak tertentu.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar