Kamis, 24 Maret 2011

Pengertian, Ruang Lingkup dan Penelitian Sejarah


Herodotus
A.  Pengertian Ilmu Sejarah

Ilmsejarah  adalah  suatu  ilmu  yang  mempelajari  peristiwa-peristiwa  masa  lalu  untuk dilakukan rekonstruksi terhadap peristiwa-peristiwa  tersebut. Para ahli sejarah sepakabahwa ilmu sejarah adalaberkaitan  dengan peristiwa masa lampau  yang dapat  dijadikan pelajaran untuk masa yang akan datang.
Di antara sejarawan yang memberikan definisi seputar ilmu sejarah adalah sebagai berikut.
1.     Kuntowijoyo menyebutkan bahwa ilmu sejarah adalah rekonstruksi masa lalu.
2.     Nugroho Notosusanto menyebutkan bahwa sejarah adalah masa lampau umat manusia.

        Sejarah terdiri atas tiga unsur penting.  Pertama, semua kejadian masa lalu.  Kedua, metode atau cara kerja yang digunakan  oleh sejarawan untuk merekonstruksi  masa lalu. Ketiga, pernyataan para sejarawan dalam bentuk lisan dan tulisan.


B.  Ruang Lingkup Ilmu Sejarah

Ilmu sejarah memiliki ruang lingkup kajian yang sangat luas. Pada perkembangannya dapat ditemukan  ragam sejarah, seperti  sejarah sosial, sejarah ekonomi, sejarah kota, sejarah militer, sejarah kebudayaan, sejarah lokal, sejarah kesehatan, sejarah global, dan sebagainya.Kuntowijoyo membagi faedah atau kegunaan ilmu sejarah menjadi dua bagian berikut.

1Guna Instrinsik

Ilmu sejarah  memiliki guna  atau  manfaat  secarintrinsik karena  memiliki ciri bahwa sejarah sebagai ilmu, sebagai cara untuk mengetahui masa lampau, sebagai pernyataan pendapat, dan sejarah sebagai profesi.

2. Guna Ekstrinsik

Adapun  guna   ekstrinsik  ilmu  sejarah  meliputi  sejarah  sebaga pendidika moral, pendidikan penalaran, pendidikan politik, pendidikan kebijakan, pendidikan perubahan, pendidikan  masa depan, pendidikan  keindahan, sebagai ilmu bantu, sebagai latar belakang, sebagai rujukan, dan sebagai bukti.


C. Dasar-Dasar Penelitian Sejarah

Ilmu sejarah memiliki prinsip-prinsip dasar dalam penelitiannya yang dikenal dengan metode penelitian  sejarah. Secara umum, para sejarawan mengklasifikasikan bahwa metode penelitian sejarah terdiri atas empat tahapan, yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Namun, adapula  yang menambah satu tahapan diawal, seperti  yang dikemukakan  Kuntowijoyo, yaitu menentukan topik atau tema kajian (objek penelitian). Adapun  uraian singkat mengenai kelima prinsip dasapenelitian  sejarah  tersebut adalah sebagai berikut.

1Penentuan Topik atau Judul

Seorang peneliti, baik sejarawan ataupun nonsejarawan, sebelum  memulai aktivitasnya maka harumenentukan terlebih  dahulu  objek penelitiannya. Dengan  demikian, hal tersebut akan menjadi pengontrol dalam melakukan tahapan-tahapan penelitian berikutnyaApabilobjek  penelitian   belum  pasti  maka  hal  tersebut akan  menjadi penghambat, baik dari segi peneliti sendiri maupun dalam aspek hasil penelitian di akhir. Bagi peneliti, objek penelitian yang tidak jelas akan membuatnya tidak jelas pula dalam melangkah  dan  merumuskan tahapan-tahapan penelitian. Demikian pula dalam  hasil akhir akan melahirkan hipotesis yang kurang berbobot.

2Heuristik (Pengumpulan Data atau Sumber Sejarah)

    Dalam sebuah  kegiatan penelitiasejarah, langkah kedua yang dilakukan oleh seorang peneliti atau sejarawan adalah mengumpulkan berbagai macam data sejarah dari beragam sumber yang mungkin ada. Misalnya, berupa manuskrif, buku-buku, catatan-catatan, foto, rekaman video atau audio, dan bentuk-bentuk lainnya yang dapat memberikan informasi seputar objek yang sedang diteliti. Sumber sejarah terdiri atas sumber tulisan dan sumber lisan. Kedua sumber  tersebut merupakan sumber  sejarah  karendapat  memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan sesuai dengan objek penelitian.

3Verifikasi (Kritik Data atau Sumber)

     Tujuan pokokritik sumber  ini adalah  untuk  memilah  dan  memilih  data-data yang layak atau sah dijadikan sumber acuan. Dalam tahapan ketiga ini, tidak sedikit sumber- sumber  sejarah yang tidak dapat  dijadikan rujukan karena memiliki kejanggalan  atau ketidaklogisan. Sesuai dengan pembagian data atau sumber yang terdiri atas dua bagian, maka kritik sumber pun dilakukan pada dua aspek atau yang dikenal dengan kritik intern dan kritik ekstern. Kedua jenis kritik tersebut dilakukan baik terhadap sumber  tertulis maupun sumber  tidak tertulis atalisan. Sumber atadata  yang telah melalui proses kritik atau verifikasi akan menjadi kumpulan  data dan akhirnya akan membuat sebuah fakta, kemudian seorang sejarawan dapat melakukan langkah selanjutnya (interpretasi).

4Interpretasi (Penafsiran Data atau Sumber)

     Tahap berikutnya dalam suatu penelitin sejarah adalah melakukan penafsiran terhadap data-data yang valid atau fakta. Dalam tahap ini, seorang sejarawan dituntut agar mampu merangkaikafakta-fakta yang telah ditemukan  untuk dilakukan rekonstruksi terhadap suatu peristiwa yang dijadikan objek sejarah. Tahapan keempat  ini merupakan tahapan yang  rawan  bagseorang  peneliti, terutama dalam  hal menjaga  objektivitas  karena seorang  peneliti dituntut untuk dapat  menafsirkan atau menjabarkan fakta-fakta yang ada maka besar kemungkinan pikiran dan pahapeneliti akan ikut berbaur  ke dalam hasil interpretasi  yang dilakukan. Lebih jauh lagi, hal tersebut akan berdampak pada tahap akhir penelitian sejarah, yaitu historiografi.

5.    Historiografi (Penulisan Sejarah)

    Langkah terakhir dalam sebuah penelitian sejarah adalah menuangkan hasil penafsiran- penafsiran terhadap sejumlah fakta yang dilakukan sejarawan. Kegiatan tersebut kemudian  dikenal dengan historiografi. Historiografi memiliki ciri khas dibandingkan dengan penulisan-penulisan lainnya. Ciri khas tersebut adalah sifatnya yang kronologis dan  diakronisSementar ituilmu-ilmu  lain  dalam  hal  penulisan  lebih  cenderung bersifat sinkronis. Berdasarkan ruankajiannya, historiografi dapat  dibedakan  menjadi historiografi  umum  dan  historiografi  lokal.  Historiografi  umum  misalnya  penulisan sejarah sejak zaman kuno sampai abad XX, seperti karya Herodotus, Thucydides, Livius, dan sebagainya. Adapun contoh historiografi lokal adalah historiografi Indonesia, seperti penulisan sejarah kolonial. Di antara sejarawan terdapat pula yang membagi historiografi menjadi historiografi tradisional dan historiografi modern

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar